Bahwasanya ada sebelas tanda orang beruntung. Demikian pula ada sebelas tanda orang yang celaka.
Sebelas tanda orang yang beruntung itu adalah :
1. Mengasingkan diri dari dunia dan mencintai akhirat ( zuhud )
2. Tujuan hatinya adalah beribadah dan membaca Al Quran
3. Sedikit bicaranya mengenai hal-hal yang tidak diperlukan
4. Memelihara shalat 5 waktu
5. Memelihara diri dalam sesuatu yang sedikit maupun yang banyak dari barang haram dan syubhat
6. Pergaulannya bersama orang-orang shalih
7. Merendahkan diri lagi tidak sombong
8. Dermawan lagi murah hati
9. Penyayang terhadap semua mahluk yang diciptakan Allah
10. Bermanfaat bagi manusia
11. Selalu mengingat kematian sebanyak-banyaknya.
Demikian pula adalah sebelas tanda orang celaka :
1. Rakus untuk mengumpulkan harta
2. Tujuan hatinya hanyalah kesenangan nafsu dan kelezatan dunia
3. Kotor bicaranya dan banyak menggunjing orang
4. Meremehkan shalat 5 waktu
5. Pergaulannya sesame orang durhaka
6. Buruk budi pekerti
7. Membanggakan diri lagi congkak
8. Menahan diri untuk memberi manfaat pada orang lain
9. Sedikit sekali rasa sayangnya kepada orang mukmin
10. Menjadi orang yang kikir
11. Lupa terhadap mati.
Diriwayatkan dari sebuah hikayat.
Ada seorang ahli ibadah di kalangan Bani Israel. Dia selalu beribadah pada Allah pada malam hari dan berdagang pada pagi harinya.
Dia berkata :”Hai diriku, bertakwalah engkau pada Allah “.
Pada suatu hari dia keluar menjual dagangannya dan datang di depan pintu seorang penguasa, dan menjajakan dagangannya.
Istri penguasa melihat di depan pintu seorang penjual yang berwajah tampan, dan dia menjadi tertarik padanya.
Lalu berkata : “ Hai pedagang, sesungguhnya aku jatuh hati padamu. Aku mempunyai harta yang banyak, ambilah harta itu”.
Maka pedagang itu terpangaruh, tetapi dia berkata dalam hati :” Hai diriku, bertakwalah engkau pada Allah”.
Lalu dia berkata : “ Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam”.
Perempuan itu berkata “ Demi Allah, aku tidak membukakan pintu sehingga engaku mau menyerahkan diri kepadaku “.
Pedagang itu berkata dalam hati : “Hai diriku, bertakwalah engkau kepada Allah “.
Lalu berfikir sesaat untuk dapat menyelamatkan diri dan berkata :
” Hai istri penguasa, berilah aku waktu sampai aku mengambil wudhu dan mengerjakan shalat dua rekaat”.
Berwudhulah dia dan naik ke bagian atas rumah, lalu mengerjakan shalat dua rakaat di atas dan memandang ke bawah. Dilihatnya ke bawah, tanah yang jaraknya 20 hasta.
Kemudian dia menegakkan pandangannya ke langit dan berseru kepada Tuhan seraya menangis :” Sesungguhnya aku telah beribadah kepada-Mu selama tujuh puluh tahun. Selamatkanlah aku dari kejahatan perempuan ini. Jika tidak aku akan datang pada-Mu dengan perempuan itu. Kemudian dia berkata :”Hai diriku, bertakwalah engkau kepada Allah. Hai diriku, bertakwalah engkau kepada Allah”.
Dijatuhkan dirinya dari atas rumah itu seketika.
Berfirmanlah Allah kepada malaikat Jibril : “ Tangkaplah tangan hamba-Ku itu, karena dia menjatuhkan dirinya Karena takut siksa-Ku sebelum ia menyentuh tanah”.
Lalu malaikat Jibril segera turun dan menangkap pedagang itu sebelum menyentuh tanah.
Pedagang itu kemudian pulang ke rumahnya dengan selamat dari kejahatan perempuan istri penguasa dengan sangat gembira.
Dia datang kepada sisi istrinya dengan keadaan lapar sekali dan menangis.
Tiba-tiba ada seorang laki-laki tetangganya datang untuk berhutang roti kepadanya. Berkatalah pedagang itu :” Demi Allah, kami tidak mempunyai sepotong roti sejak beberapa hari terakhir. Jika engkau mau tengoklah ke dapur”.
Tetangga yang mau berhutang itu lalu menengok ke dapur, Ajaib. Di dapur dilihatnya roti yang telah dimasak.Sehingga dia memberitahukan kepada pedagang itu.
Dan akhirnya mereka makan roti bersama.
Maka istrinya merasa heran dan kagum. Lalu bertanya pada pedagang itu. Apa rahasianya ?
Pedagang itu lalu menceritakan kejadian apa yang baru saja menimpa dirinya. Dan istrinya pun bersyukur kepada Allah.
sumber
http://www.waspbook.co.cc
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar